Tampilkan postingan dengan label tebing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tebing. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Maret 2014

Ada banyak arsitektur di dunia ini yang mengagumkan. Salah satunya kota yang berdiri di atas tebing. Tempat seperti ini mengundang sensasi bagi wisatawan yang berkunjung. Sebuah tempat yang membuat kita bisa melihat pemandangan yang jauh di batas cakrawala, atau melihat segala sesuatu begitu kecil yang jauh di bawah kaki kita.


1. Castellfollit de la Roca

Castellfollit de la Roca dianggap sebagai salah satu desa yang paling indah di wilayah Catalonia di Spanyol. Desa ini dibangun di atas tebing basal antara dua sungai. Sebagian besar bangunan tampak melayang di tepi tebing, memberikan ilusi bahwa rumah-rumah tersebut bisa jatuh ke bawah setiap saat.

Bagian tertua dari desa itu dibangun pada Abad Pertengahan, terdiri dari jalan-jalan sempit dan sudut-sudut gelap. Rumah-rumah di sini terbuat dari batu vulkanik.


2. Rocamadour

Rocamadour adalah sebuah desa kecil yang dibangun di atas ngarai di Sungai Alzou di barat daya Perancis. Bangunan di Rocamadour mengundak secara bertahap sampai sisi tebing. Desa yang dibangun pada abad ke-12 ini menjadi sepi akibat perang dan Revolusi Perancis.

Saat ini Rocamadour kembali populer oleh turis dan peziarah yang datang untuk menghormati Santo Amadour. Menurut legenda, orang suci ini menjadi saksi atas kematian Santo Petrus dan Santo Paulus di Roma. Ia kemudian melakukan perjalanan ke lokasi ini dan menjadi seorang pertapa.


3. Bonifacio

Bonifacio adalah sebuah kota yang terletak di ujung selatan pulau Corsica. Kota dan benteng di kota ini berjajar memanjang di sepanjang puncak tebing, yang berada di ketinggian sekitar 70 meter. Tebing ini bagian bawahnya semakin lama semakin terkikis oleh lautan sehingga bangunan yang terdapat di bibir jurang, seperti tampak menggantung.

Jika kita melihat kota ini dari laut, kota tampak putih berkilauan di bawah sinar matahari dan seolah menggantung di atas air.


4. Acapulco

Acapulco adalah kota resort di Meksiko yang terkenal sejak tahun 1950-an sebagai tempat liburan untuk para bintang Hollywood dan para milyarder. Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Acapulco tanpa menonton penyelam melakukan lompatan mengesankan dari atas tebing ke dalam air dangkal yang tentu sangat berbahaya. Para penyelam seperti ini telah melakukan hal tersebut sejak tahun 1930-an.



5. Mesa Verde

Mesa Verde terletak di barat daya Colorado, dan terkenal karena terdapat rumah-rumah tebing dari orang Anasazi kuno. Mesa Verde merupakan temuan arkeologi paling signifikan dari budaya asli Amerika di Amerika Serikat.

Pada abad ke-12, orang-orang Anasazi mulai membangun rumah-rumah di gua-gua dangkal di bawah tebing batu yang menggantung di atasnya di sepanjang dinding ngarai. Rumah yang paling terkenal di sini disebut Cliff Palace dan Rumah Spruce Tree.

Pada tahun 1300, semua orang Anasazi telah meninggalkan daerah Mesa Verde, namun reruntuhan rumah-rumah ini tetap terawetkan dengan hampir sempurna. Alasan untuk kepergian mereka yang tiba-tiba mereka tidak terjelaskan. Tetapi ada teori yang menduga bahwa hal tersebut diakibatkan karena kegagalan panen saat kekeringan melanda. Teori lain menyebut disebabkan oleh serangan suku lainnya dari Utara.


6. Bandiagara

Bandiagara adalah sebuah tebing batu pasir yang terletak di Dogon, Mali. Bandiagara terletak hampir setinggi 500 meter dari dataran berpasir di bawahnya.

Tebing di sini banyak terdapat gua kuno tempat tinggal orang-orang Tellem. Orang-orang Tellem ini memahat gua mereka di tebing ini agar ketika mereka mati, mereka bisa dikubur tinggi di atas banjir yang sering melanda daerah ini. Mereka juga membangun puluhan desa di sepanjang tebing di atas gua-gua ini.

Pada abad ke-14, orang-orang Dogon mengusir orang-orang Tellem dan mereka menempati daerah ini sampai sekarang.


7. Ronda

Ronda terletak di provinsi Malaga di Spanyol. Ronda terletak di pegunungan pada ketinggian 760 meter. Kota ini terbagi dua oleh Sungai Guadalevin yang mengalir melalui Ronda. Ada tiga jembatan yang digunakan untuk menyeberangi ngarai sehingga bisa menyeberang dari satu sisi ke sisi lain kota Ronda.

Arsitektur kota ini menerima pengaruh dari bangsa Romawi dan Moor yang pernah memerintah daerah ini. Ronda juga merupakan tempat kelahiran adu banteng. Arena tempat adu banteng tertua di Spanyol masih ada di Ronda sampai saat ini.


8. Al Hajjara

Al Hajjara, adalah sebuah kota bersejarah yang berdiri di atas tebing di Pegunungan Haraz, dan terletak di sebelah barat kota Manakhah, Yaman. Kota ini adalah salah satu dari kota-kota pegunungan yang paling mengesankan dan paling mudah diakses di Yaman. Kota ini benar-benar dibangun dengan blok batu yang diambil dari tambang batu di gunung terdekat. Al Hajjara sendir berasal dari abad kedua belas.


9. Positano

Positano adalah sebuah kota kecil yang terletak di Pantai Amalfi di Compania dan merupakan salah satu objek wisata yang paling populer di Italia. Kota ini tampak tersebar di sebuah tebing dari atas sampai bawah menuju pantai.

Meskipun kota ini didirikan dan berkembang pada abad pertengahan, pada pertengahan abad 19, lebih dari setengah penduduknya telah pergi dari kota ini. Pada abad ke-20, kota ini berubah dari sebuah desa nelayan yang miskin menjadi daerah tujuan wisata yang sangat populer berkat penulis John Steinbeck yang memuji keindahannya.


10. Santorini

Santorini adalah sebuah pulau vulkanik di gugusan pulau-pulau di Cyclades, Yunani. Pulau ini terkenal dengan pemandangan yang indah, matahari terbenam yang menakjubkan, rumah-rumah berwarna putih bersih, dan gunung berapi aktifnya. Di pulau ini terdapat Kota Oia di atas tebing setinggi 400 meter.
 
 
sumber

Jumat, 14 Maret 2014

berita-beritadotcom: Hugh Herr tanpa rasa takut memanjat tebing terjal setinggi 200 kaki (60.69 meter), meskipun kedua kakinya telah dipotong setelah mengalami bencana dalam ekspedisi pendakian ketika ia masih remaja.

Ketika dia memanjat, salah satu kakinya palsu terlepas dan jatuh,  tapi dengan tenang ia menunggu kakinya dihantar oleh pemanjat lain. Dan kembali menaklukkan permukaan tebing.

Herr menjalankan sebuah laboratorium membuat kaki bionik di Massachusetts Institute of Technology, dan menegaskan bahawa kaki palsu adalah keuntungan.

Dia berkata: "Apa yang kita akan melihat abad ini adalah lebih dan lebih sistem mesin canggih manusia, interaksi mesin manusia, lebih baik dan teknologi yang lebih baik. Kami akan menghilangkan masalah cacat. Ini adalah batu loncatan untuk memperluas kemampuan.

"Pada titik tertentu kaki palsu akan menjadi perangkat transportasi, seperti kereta. Diamputasi akan dapat berjalan dengan lebih sedikit energi daripada orang dengan kaki asli.

Pada tahun 1982, Herr, ketika ia berusia 17 tahun, naik Mount Washington di New Hampshire dengan temannya.

Tiba-tiba terjadi badai salju salju dan mereka terdampar. Dalam peristiwa itu ia mengalami cedera kaki, yang mengakibatkan kedua kakinya terpaksa dipotong.

Dia berkata: "Ketika kami pergi kondisi menjadi semakin buruk, angin sangat tinggi dan hampir tidak mampu berdiri, badai salju intens dan hujan salju. Kami bertahan hidup dengan membangun gua-gua salju dan memeluk satu sama lain untuk tetap hangat. Kaki kami mengalami mati rasa. Bila Anda hipotermia, Anda tidak bisa berpikir jernih.

"Posisi kami jaraknya beberapa mil dari jalan raya dan tidak lagi bisa berjalan dan putus asa. Kami berhenti memeluk satu sama lain dengan alasan agar lebih cepat mati meninggal dunia.

Seseorang menemukan jejak kaki kami. Kemudian kami diangkut dengan helikopter. Kami berada di rumah sakit beberapa bulan sebelum kaki saya diamputasi."

Menurut dailymail edisi Rabu 1 Agustus 2012, cerita inspirasional Herr akan disiarkan dalam serial televisi AS yang berjudul Mengatakan aku Tak bisa, yang menyoroti tentang orang-orang cacat yang sukses.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!