Tampilkan postingan dengan label juli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label juli. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 November 2013


Benarkah Kiamat Internet Itu Terjadi ?
JAKARTA: Keresahan publik atas kiamat Internet mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika menerbitkan pernyataan resmi di situs kementerian itu pada Minggu, 8 Juli 2012 pukul 22:35 WIB.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto mengatakan pernyataan resmi itu terkait dengan munculnya sejumlah pemberitaan di berbagai media massa terkait dengan kemungkinan terjadinya kiamat Internet pada hari ini 9 Juli 2012.

Pemberitaan tersebut berkembang, terkait dengan rencana FBI untuk mematikan sementara sejumlah server DNS yang akan membuat ribuan pengguna Internet kehilangan koneksi, khususnya mereka yang komputernya terjangkit Virus DNS Changer.

Mengingat banyaknya pertanyaan dari berbagai kalangan, inilah pernyataan Kementerian Kominfo akhirnya menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

1. Menteri Kominfo Tifatul Sembiring dalam berbagai kesempatan wawancara dengan sejumlah wartawan pada 5 hari terakhir ini mengatakan bahwa informasi tentang kiamat Internet tersebut hanya merupakan suatu isu belaka.

Meskipun demikian, Menteri Kominfo mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dengan terus meningkatkan sistem keamanan komputer dan Internet.

Peningkatan sistem keamanan penggunaan komputer dan Internet tersebut dapat dilakukan dengan melengkapi fasilitas antivirus di komputer dan melakukan pembersihan komputer secara berkala dengan fasilitas tersebut.

2. Pada jam 12.01 Eastern Standard Time (EST) 9 Juli 2012 tersebut FBI akan mengadakan pembersihan terhadap DNSchanger dalam bentuk penutupan server yang berbahaya dari virus tersebut adalah benar, dan pada saat yang bersamaan FBI juga sedang mendirikan dua server baru untuk membantu menghubungkan pengguna yang terinfeksi ke Internet.

Kewenangan Federal Bureau of Investigation (FBI) tersebut adalah sah, karena sebagai sebuah biro investigasi di AS, maka ruang lingkup kerja FBI adalah menjalankan fungsi pengamanan, intelijen dan penegakan hukum federal di dalam negeri AS.

Pada 9 bulan yang lalu, FBI berhasil menemukan suatu cyber attact yang sangat mengejutkan di Estonia, dan kemudian FBI berhasil menangkap enam hacker yang berhasil menginfeksi virus malware DNS Charger pada lebih dari empat juta komputer di dunia.

3. Kepada masyarakat diimbau untuk tetap melakukan aktivitas yang terkait dengan penggunaan Internet seperti biasa dan tidak perlu panik dan apalagi justru meniadakan aktivitas dengan Internet sejak 9 Juli 2012.

4. Kementerian Kominfo, khususnya melalui ID-SIRTII (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure) tetap terus melakukan monitoring, upaya pencegahan dan asistensi dari berbagai kemungkinan buruk yang terjadi baik, karena adanya aktivitas FBI pada 9 Juli 2012 maupun tidak karena adanya aktivitas tersebut.

Sebagai informasi, pada saat rapat dengar pendapat per 21 Februari 2011 dengan Komisi I DPR, Ketua ID-SIRTII telah melaporkan kepada Komisi 1 DPR bahwa setiap hari ada sekitar 1,25 juta serangan cyber yang menyerang berbagai akses Internet di Indonesia. Serangan itu berasal dari luar dan dalam negeri. Dan sejauh itu ID-SIRTII dapat mengatasinya cukup efektif bekerja sama dengan berbagai instansi.

5. Seperti sudah dipublikasikan oleh berbagai kalangan, maka bagi masyarakat yang bermaksud mengetahui apakah komputernya akan terpengaruh atau tidak oleh DNS Changer bisa mengklik langsung ke situs milik DCWG (kelompok yang didirikan untuk mengatasi DNS Changer).

Jika muncul laman dengan warna hijau, artinya komputernya bersih. Jika merah, kemungkinan berpotensi terinfeksi berarti ada masalah, sehingga perlu waktu untuk melakukan pembersihan komputer dari virus yang dimaksud dan perlu berkonsultasi dengan ISP yang terkait. (spr)



( Source )

Kamis, 07 November 2013

Reviews Sony SmartWatch

Perangkat aksesoris seperti Sony Smartwatch Gen 2 bukanlah yang pertama kali bagi Sony Mobile untuk ponsel Android. Sebelumnya, Sony mengembangkan sebuah jam tangan yang dapat di hubungkan dengan ponsel Android bernama LiveView. Smartwatch tak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu namun lebih dari itu seperti menampilkan notifikasi telepon dan melakukan kontrol sederhana. Tak ketinggalan pula notifikasi dari twitter dan update facebook, serta kontrol musik dan panggilan tak terjawab juga disematkan pada Sony Smartwatch.

Desain Simpel
Jam tangan Sony Smartwatch memiliki desain yang simpel dengan layar sentuh berjenis OLED dan tombol daya dibagian belakang unit. Dengan ukuran yang tidak terlalu besar, sesuai dengan pergelangasn tangan Anda. Jam tangan ini memiliki permukaan bagian depan berwarna hitan dengan bingkai logam mengkilap. Dengan tali jam dan jepit membuat Anda lebih mudah dalam mengganti tali jam dengan warna yang lebih menarik.

Baterai Tahan Lama
Untuk baterai Sony Smartwatch, jam tangan ini mampu bertahan sekitar kurang lebih 4 hari pemakaian aktif. Jam ini menggunakan baterai non-removable yang tidak dapat dilepas, sehingga Anda dapat mengisi ulang hanya dengan menancapkan kabel USB ke port yang telah disediakan. Port tersebut ditutupi oleh klip pegas dan menggunakan konektor proprietary.

Fitur Menarik
Sony Smartwatch selain dengan fungsi utamanya sebagai penunjuk waktu, jam tangan ini dapat digunakan sebagai perlengkapan hands-free pada smartphonenya, memungkinkan Anda untuk mengakses musik, atau mengambil foto pada ponsel dari jarak jauh. Untuk menggunakan jam ini secara penuh, Anda terlebih dahulu menguhubungkan dengan ponsel Android menggunakan bluetooth.


Spesifikasi Sony SmartWatch

SKU
SO888SP65HFUANID-41504
Ukuran (L x W x H cm) 17.7 x 12 x 6.5 cm
Berat (kg) 1
Warna Hitam

Harga Sony SmartWatch Juli 2013
Baru    : Rp. 1.649.000
Bekas :  Rp. -








Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!