Tampilkan postingan dengan label jadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jadi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Januari 2014



Sirkus di zaman sekarang sudah menjadi hiburan yang memikat banyak perhatian. Atraksi-atraksi yang dilakukan dengan keahlian khusus mengundang banyak decak kagum penontonnya. Sirkus juga menjadi tontonan yang ikut meghiasi program televisi. Lewat medium ini, penonton yang bisa digaet untuk menyaksikan acara sirkus menjadi lebih banyak.

Sirkus pertama kali dikenal oleh masyarakat Romawi kuno. Tidak seperti di zaman sekarang, sirkus saat itu hanya mengandalkan atraksi yang melibatkan binatang. Para pemain sirkus melatih binatang-binatang untuk beraksi di luar karakter dan kebiasaannya. Pertunjukan ini menjadi hal baru yang dianggap tidak biasa.

Pada mulanya, sirkus bukanlah diniatkan untuk menjadi bagian dari konglomerasi hiburan. Saat tradisi sirkus mulai dikenal, kebanyakan masyarakat masih asyik dengan berburu binatang buas. Mereka menjadikah tinjauan perburuannya sebagai bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Berburu binatang buas saat itu sudah menjadi seperti bagian hidup masyarakat.

Mereka yang punya sikap tidak setuju membunuh binatang tinjauan buruan untuk dimakan, kemudian menempuh jalan lain. Mereka tidak matikan binatang tinjauan buruannya, melainkan diupayakan untuk tetap hidup sehat. Setelah itu, mereka latih untuk melakukan aksi-aksi khusus. Dari ‘perlawanan’ terhadap kebiasaan membunuh binatang buruan inilah tradisi sirkus lahir.

Di zaman Romawi kuno, sirkus biasa dipertontonkan di arena pertunjukan yang berbentuk oval atau bundar. Dari bentuk arena pertunjukan inilah kemudian muncul nama sirkus.

Menurut situs jugglenow.com, kelompok sirkus pertama di dunia bernama Circus Maximus. Kelompok ini berasal dari Roma, dan kerap menggelar pertunjukan di lembah antara Palatine dan puncak Aventine. Setelah itu muncul kelompok-kelompok sirkus lainnya seperti Circus Flaminus, Circus Neronis, dan Circus Maxentius.

Penyebaran tradisi sirkus ini berjalan atas jasa kaum gypsi yang ‘hobi’ mengembara di daratan Eropa. Dalam pengembaraannya, mereka bertahan hidup dengan menggelar pertunjukan sirkus. Fenomena ini berlangsung di sekitar abad ke-14 dan abad ke-15.

Kebiasaan seperti ini terus berjalan hingga abad ke-18. Menu dalam pertunjukan sirkus makin lama makin dilengkapi. Sirkus yang semula hanya menampilkan atraksi binatang, kemudian dilengkapi menu-menu gerakan akrobat. Philip Astley termasuk salah satu pentolan kelompok sirkus yang cukup disegani saat itu.

Perkembangan yang terjadi kemudian adalah tradisi sirkus mulai dilirik para pelaku usaha. Pertunjukan yang satu ini diyakini sebagai salah satu mesin pengtinjauan uang. Pada 9 Januari 1768, berlangsung pertunjukan, sekaligus pameran sirkus digelar di London. Dari sinilah kemudian sisi komersial pertunjukan sirkus dilirik banyak orang. Perkembangan tradisi sirkus pun lantas berjalan sangat pesat dan menyebar ke seluruh dunia.

Sabtu, 28 Desember 2013



Tahukah anda bahawa muntah ikan Paus sangat mahal? Itulah yang ditemui oleh seorang budak lelaki yang tinggal di Bournemouth, Britania Raya. Budak yang beruntung ini adalah Charlie Naysmith 8 tahun. 

Ketika dia sedang berjalan-jalan di tepi pantai Hengistbury Head, dia ternampak sebuah bongkahan agak besar yang menyerupai batu. Bentuknya yang tidak rata dan berwarna kuning keemasan membuat Charlie berfikir ini adalah jenis batu yang biasa ditemui di tepi pantai.


Akan tetapi, orangtuanya tidak cepat mengambil keputusan begitu saja, mereka justru meneliti bongkahan unik tersebut. Ternyata, itu bukanlah batu melainkan muntah ikan Paus Sperma yang sudah mengeras kerana sudah lama terkena paparan sinar matahari dan zat garam dari air laut.

Faktanya, muntahan Paus Sperma ini banyak dicari oleh pembuat perfum kerana kandungan kimia di dalamnya mampu membuat aroma perfum bertahan lebih lama.
Harga 500 gr kotoran/limbah paus bisa mencapai 10.000 dollar Amerika Sedangkan, untuk ukuran bongkahan muntah paus yang ditemukan Charlie, harganya boleh mencapai 63.000 dollar Amerika . 

Dengan jumlah yang sangat besar itu, Charlie bisa menjadi jutawan cilik mendadak, hanya kerana kebetulan menemui muntahan ikan paus sperma tersebut.

via

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!